Judul buku :40 Hadis Imam Nawawi
Penulis : Muahmmad Bin Abdulah Al-Dimyati
Penerbit :Hikmah, Jakarta
Cetakan :Pertama,2012
Tebal buku :599 halaman
Peresensi :Ahmad Danuji
Hadis merupakan sumber hukum ummat islam ke-2 setelah Al-Quran. Posisi strategis seperti ini membuat hadis seringkali menjadi dalil sebuah hukum, setelah tidak ditemukannya sebuah teks di dalam Al-Quran. Hadis menjadi rujukan dan bahkan menjadi pengguand teks yang ada dalam Al-quran. Wajar jika dari kehadirannya, terkadang juga banyak orang-orang mencoba menyelewengkan dan memalsukannya untuk kepentingan pribadi. Tetapi, para ulama tidak tinggal diam dan merapatkan barisan. Mereka mebuat ilmu hadis dengan mengadakan penelitian terhadap hadis. Baik dari segi matan dan perawinya (Naqdul Hadis).
Ilmu hadis ini digunakan untuk meminimalisir pemalsuan hadis serta memberikan tingkatan dalam hadis. Semisal, Shahih, Hasan, Ahad, Mursal dan sebagainya. Buku yang berjudul 40 Hadis Imam Nawawi karya Muahmmad Bin Abdulah Al-Dimyati ini merupakan kumpulan 40 hadis pilihan yang di ambil dari kitab-kitab shahih hadis. Aslinya buku ini merupakan hasil inteprestasi dari karya Imam Nawawi. Sudah mafhum, bagi kalangan para pelajar, karya Imam Nawawi ini termasuk menjadi Al-Kutub al-Muktabaroh (kitab yang terkenal ) dikalangan para pelajar agama.
Empat puluh hadis yang ada dalam buku ini merupakan hadis pilihan. Ada berbagai macam amalan ibadah yang terkandung dalam hadis ini. Tentang pentingnya niat, ijtihad, tentang adab, kutbah, dan hadis yang ada dalam buku ini memilih tema-tema yang di anggap penting dari bab-bab tersebut. Sehingga dengan membaca buku yang meski tidak tebal, tetapi akan menuntun kita untuk lebih jauh mempelajari hadis lebih mendalam.Pun hadis yang tertuang di dalam buku ini juga hadis-hadis pilihan dan bisa dijadikan tuntunan untuk menjalankan amalan ibadah. Di baca dari segi pengarannya, juga tidak diragukan lagi kedalamannya ilmunya.
Imam nawawi termasuk pimpinan para wali ( Quthub) di zamannya. Nama aslinya adalah Yahya bin Syarafuddin, tetapi sering di sebut nawawi karena beliau dilahirkan di daerah nawa, damaskus. Pada bulan Muharram 630 H beliau lahir. Pada zamanya, imam nawawi terkenal seorang yang menjaga diri, zuhud, dan sabar dalam menghadapi kekerasan hidup. Bahkan beliau juga memiliki kebisaan untuk puasa dan hidup sederhana. Sehingga wajar jika hadis yang dikumpulkanya yang terkenal dengan Arbain Nawawi ini banyak memberikan hadis-hadis dari keutamaan amalan-amalan dalam agama.
Hadis yang kemudian di kaji kembali oleh al-Dimyati ini cukup menarik untuk dibaca. Karena di dalam buku ini, penulis juga secara singkat menuliskan tentang Asbabul Nuzul hadis. Sehingga pembaca lebih memahami hadis secara holistik. Di tulis dengan bahasa yang lugas dan komunikatif, akan membuat pembaca menikmati setuhan-setuhan ruhani yang dihadirkan.

0 komentar:
Posting Komentar