Judul : Agar Iman Senantiasa Meningkat, Nasihat dan Wasiat Seputar Ibadah dan Muamalah
Penulis : Allamah Sayyid Abdullah bin Alwi Al-Haddad
Penerbit : Noura Books
Cetakan : I, November 2011
Tebal : 557 Halaman
Peresensi : Romel Masykuri
Masalah ibadah dan muamalah adalah dua hal pokok penting yang mesti diperhatikan oleh setiap muslim. Ibadah berkaitan hubungan vertikal, kepada Allah. Sedangkan muamalah berkaitan dengan hubungan horizontal atau interaksi sosial sesama manusia. Keduanya menjadi unsur penting dalam kehidupan manusia. Ibadah merupakan bentuk manifestasi manusia kepada sang pencipta, sedangkanmuammalah bentuk manifestasi sosial manusia.
Dalam hakikatnya, antara ibadah dan muamalah merupakan kesatuan yang tidak bisa dilepaskan. Artinya, kedua hubungan itu metsi semuanya dilakukan oleh manusia. Seseorang yang ibdahnya baik, namun sosialnya buruk, dapat menggugurkan nilai ibadahnya, begitu pula sebaliknya. Sehingga dibutuhkan keselarasan dan dua unsur itu harus terpenuhi dengan baik.
Oleh karena itu, hadirnya buku “Agar Iman Senantiasa Meningkat, Nasihat dan Wasiat Seputar Ibadah dan Muamalah” karya Allamah Sayyid Abdullah bin Alwi Al-Haddad, seorang ulama tasawuf terkemuka abad ke-12 H, sangat membantu kita sebagai manusia dalam meningkatkan iman kepada Allah Swt. Kenapa buku ini menjadi sangat penting untuk dibaca, karena dalam buku ini dijelaskan secara konprehensif bagaimana cara menjalin hubungan yang baik dan benar dengan sang pencipta dan juga dengan sesasama manusia.
Ibadah merupakan kebutuhan manusia itu sendiri, sehingga semuanya tergantung manusia. Apakah manusia akan membawa dirinya ke jalan yang benar atau akan memasukkan dirinya ke jurang keburukan. Oleh kerena itu, semuanya kembali pada diri kita sendiri. Namun, sebagai manusia kita akan selalu dihadapkan pada tantangan besar dalam kehidupan, sebab kita bukan malaikan yang kadar keimanannnya kepada Allah Swt selalu tinggi.
Dengan kondisi demikian, maka manusia haruslah senantiasa memompa keimanan agar senantiasa berada di jalan yang benar. Tujuannya, untuk menyalamatkan diri kita. Maka, hal-hal atau perbuatan apa saja yang dapat meyelamatkan manusia. Diantaranya: Pertama, tobat. Bertobat kepada Allah dari segala dosa adalah amal paling besar yang menyelamatkan manusia. Allah Azza wa Jalla telah memerintahkan dan menganjurkan hamba-hambanya untuk bertobat, dan Dia berjanji akan mengabulkan tobatnya. Tentang perintah bertobat, Allah berfirman, … Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung (QS Al-Nur[24]:31).
Kedua, mengharap rahmat (raja’) dan takut azab (khauf). Perbutan ini merupakan amal yang dapat menyelamatkan manusia. Berharap dan takut termasuk kedudukan spritual (maqam) yang sangat mulia. Allah Swt, telah menganugrahakan sifat beharap (raja’) dan takut (khauf) ini kepada para nabi-Nya dan rasul-Nya serta orang-orang yang mengikutinya dengan kebajikan dari kelangan hamba yang saleh.
Ketiga, sabar. Diantara amal yang menyelamatkan manusia adalah sabar dalam menghadapi berbagai ujian dari Allah, bersyukur atas semua nikmat-Nya, dan zuhud terhadap harta dunia yang dapat melalaikannya dari mengingat Allah. Sifat sabar memiliki banyak keutamaan yang besar, dan setiap Mukmin sangat membutuhkannya dalam semua keadaan.
Keempat, syukur. Amal yang menyelamatkan berikutnya adalah syukur (berterima kasih atas nikmat Allah). Syukur merupakan kedudukan spritual yang sangat mulia dan luhur. Tentang perintah bersyukur, Allah Swt. berfirman, … Dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya (QS Al-Nahl [16]: 114).
Kelima, zuhud terhadap dunia. Termasuk amal yang dapat menyelamatkan umat manusia adalah zuhud terhadap dunia. Zuhud atau sikap tidak tertarik dengan kemegahan dunia merupakan sarana terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah. Allah Swt. menganjurkan sikap zuhud kepada hamba-Nya dalam firman-Nya, Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk Kami menguji mereka, siapakah di antaaranya yang terbaik perbuatannya. Dan Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa ayang ada di atasnya menjadi tanah yang tandus lagi tandus (QS Al-Kahfi [18]: 7-8).
Beberapa amal atau perbuatan di atas hanyalah sebagian dari penjelasan buku ini, tentunya reviewsederhana ini tidak cukup untuk menggambarkan secara keseluruhan. Makanya, membaca buku ini langsung sangat penting sebab nanti kita seperti membuka pintu langit. Kita akan menemukan segudang pengetahuan tentang ibadah dan muamalah yang sangat bermanfaat untuk meningktkan keimanan kita kepada Allah Swt.

0 komentar:
Posting Komentar