resensi terbaru, pengertian resensi, contoh resensi, resensi novel, resensi buku, resensi cerpen, resensi laskar pelangi, arti resensi, resensi film

Minggu, 25 Maret 2012

Surat Cinta Dari Langit


Judul Buku :  Peringatan Bagi 8 Kelompok Manusia
Penulis :  Allamah Sayyid Abdullah bin Alwi al-Haddad
Penerbit :  Hikmah ( PT Mizan Publika)
Cetakan :  Pertama 2011
Tebal :  xiii + 329 Halaman
Peresensi: Abdul Hopid 

Pesan Tuhan untuk hambanya adalah bukti kasih sayang-Nya kepada semua makhluk. Manusia sebagai makhluq Tuhan yang diberi potensi mengakui keberadaan-Nya, meski belum tentu patuh dan taat kepada-Nya. Semua jenis dan golongan, kelompok manusia diberi pesan berupa peringatan oleh Tuhan, bahkan nabi sekali pun. Hal ini menunjukan, bahwa makhluk yang berakal yaitu manusia tidak ada yang sempurna.


Menurut Allamah Sayyid Abdullah bin Alwi al-Haddad, ulama tasawuf terkemuka abad ke 12 H, setidaknya ada beberapa kelompok manusia yang diperingatkan oleh Allah melalui peringkat, kedudukan dan kondisi yang disandang masing-masing.


Pertama adalah ulama. Ulama, ibarat kepala dan wajah para manusia. Di antara manusia ia diumpamakan garam di antara makana. Makanan menjadi baik dan enak dengan adanya garam, dan jadi rusak dengan hilang atau rusaknya garam.


Manusia ulama ini mempunyai peran sangat menentukan dalam kehidupan masyarakat. Saking pentingnya, ia harus super hati-hati. Sekali berbuat salah apalagi disengaja, maka bagaimana mungkin ia akan mampu menjadi contoh bagi yang lain. Kalau tidak baik, mana mungkin mampu mengajak kebaikan pada orang lain.

Para ulama dan orang-orang berilmu jangan sampai seperti jarum yang digunkan untuk menjahit baju. Ia menutupi aurat manusia tapi dirinya sendiri telanjang. Atau ibarat lilin yang menerangi yang lain, tapi ia membakar dirinya sendiri.

Kedua, ahli ibadah dan para jahid. Ahli ibadah merupakan intisari hamba, ia adalah pandangan-Nya, sumber cahaya-Nya. Bagi para pemula yang menuju jalan Tuhan, mereka manjadi panutan dan teladan. Ahli ibadah dan para jahid ini buka sekedar melakukan ketaatan memilih suluk untuk menuju Tuhannya, tapi juga harus mengetahui semakin dalam ilmu-ilmu hukum termasuk hal keimanan. Ahli ibadah bukan berarti meninggalkan dunia karena motivasi mendekatkan diri kepada Tuhan.

Ketiga, para penguasa atau pemimpin. Penguasa atau pemimpin sangat dibutuhkan dalam kehidupan. Namun demikian kekuasaan adalah perkara yang sangat berbahaya dan para penguasa berada dalam bahaya yang besar, jika tidak bertanggungjawab dengan kekuasaannya dan kepemimpinannya. Setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawabannya, termasuk pertanggungjawaban individu pada dirinya dan pada Tuhannya.

Tidaklah seseorang menguasai manusia, kecuali didatangkan di hari kiamat dalam keadaan dua tangannya terikat di tengkuknya. Keadilannya akan membukakan ikatan itu, atau kelalimannya akan menghancurkan dirinya.(hlm. 126). Maka semua jenis perbuatan, apapun itu pasti akan kembali pada dirinya sendiri.

Keempat, pedagang, petani dan pengusaha. Kelompok keempat ini wajib meluruska niat masing-masing. Bukan sekedar berorientasi pada keuntungan secara materi semata, tapi wajib meluruskan niat. Apa yang dijalani oleh pedagang, petani dan pengusaha harus didasarkan pada niat yang tulus yaitu beribadah dan menjaga diri. Menghindari sikap dan mental meminta-minta kepada orang lain.

Pedagang termasuk pengusaha perlu hati-hati dengan timbangan. Curang dalam menimbang barang, berbohong demi keuntungan, monopoli barang baik dalam memproduksi ataupun dalam distribusi. Jadi lah petani yang selalu berharap kepada Tuhan dan terus berusaha dengan gigih. Meminta keberkahan dari-Nya atas apa yang telah dilakukan; di sawah kebun dan ladang. Pada saatnya tunaikan zakat, karena disitu ada hak orang lain.

Kelima, orang fakir, kaum lemah dan masyarakat yang terkena bencana. Kefakiran dan bencana bisa jadi merupakan ujian. Manusia harus ridha dengan kefakiran, lemah dan juga bencana yang menimpa. Karena sikap ridha adalah sikap yang paling baik. Ridha di sini bukan berarti diam tidak ada ikhiyar, tapi lakukan yang terbaik dan yang bisa dilakukan. Hati-hati dengan kefakiran, kemiskina, bencana yang menimpa karena lama-kelamaan akan mengantarkan pada kekufuran.

Keenam, para pengikut; anak-anak, isteri dan budak. Manusia-manusia kelompok kelima punya kewajiban untuk selalu patuh kepada orang yang diikutinya selama orang yang diikuti patuh kepada Tuhannya. Anak patuh pada orang tuanya, isteri taat kepada suaminya, dan seorang budak patuh kepada tuannya setelah patuh pada Tuhannya. Baik pengikut ataupun yang diikuti masing-masing mempunyai hak dan kewajiaban.

Ketujuh, orang yang sibuk beridabah dan melakukan pelanggaran. Orang yang sibuk beribadah wajib dilandasi niat hanya untuk Rabbnya. Ia harus melakukan ibadah dengan khusyu', tuma'ninah dan rendah hati serta penuh pengharapan. Ibadah bukan hanya gerakan-gerakan fisik yang tidak berjiwa. Hadirnya hati dalam beribadah menjadikan jiwa menjadi tenang, tertram dan lebih dekat dengan Sang Khaliq.

Hati-hati dengan dosa yang sering dilakukan, meskipun itu dosa kecil, jika berulang-ulang dilakukan akan menjadi dosa besar. Jalan yang lurus dan terbaik adalah tobat. Orang yang memohon ampun dari dosa tapi dia tetap mendidrikan dosa, maka ia seperti orang yang menghina Tuhan. Memohon ampun tanpa mencabut dosa, adalah taubat para pendusta. (hlm. 261) Maka yang diperluka adalah taubat nasuha.

Kedelapan, seruan bagi orang musyrik dan kafir. Di dalam al-Qur'an Banyak kisah, sejarah umat terdahulu yang musyrik dan inkar kepada Tuhannya, kemudian diberikannya bencana. Sejatinya umat-umat setelahnya menjadikan hal itu sebagai pelajaran. Mengesakan Tuhan (Allah) adalah nikmat yang teragung dan terbesar serta paling bermanfaat bagi manusia di kehidupan saat ini dan kehidupan kelak nanti.

Kecenderungan setiap manusia pada kehidupan materi sering membawa manusia lupa pada Tuhannya, apapun profesi manusia tersebut, siapa pun mereka. Oleh karenanya manusia membutuhkan peringatan, dan Tuhan sudah mengingatkan itu melalui pesan yang Ia titipkan kepada utusan-Nya. Mari kita baca pecsan itu, hayati lalu kita amalkan. Pesan itu adalah bukti cinta Tuhan pada hamba-Nya. Wallahu'alam

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Dapatkan Pemberitahuan Terbaru Tentang Modem Bolt, Klik Follow pada Gambar Berikut:

Resensi Buku Terbaru
Tags :

Related : Surat Cinta Dari Langit

0 komentar:

Posting Komentar