resensi terbaru, pengertian resensi, contoh resensi, resensi novel, resensi buku, resensi cerpen, resensi laskar pelangi, arti resensi, resensi film

Selasa, 30 Oktober 2012

Mengenal Sosok Dahlan Iskan Lebih Dekat

Mengenal Sosok Dahlan Iskan Melalui Novel

Oleh : Dito Alif Pratama 


Judul               : Sepatu Dahlan
Penulis             : Khrisna Pabichara
Penerbit           : Noura Books ( PT Mizan Publika)
Cetakan           : Pertama, 2012
Tebal               : 392 halaman
ISBN               : 978-602-9498-24-0
Harga              : Rp. 62.500,-

Dalam beberapa tahun terakhir, para penikmat buku di tanah air kerap dimanjakan dengan beragam novel religius maupun novel inspiratif. Dan Hampir semua novel tersebut diangkat dari kisah nyata penulisnya atau paling tidak menggambarkan fenomena sosial di tanah air. Sebut saja, Novel Laskar Pelangi karangan Andrea Hirata Ayat-ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih karangan habiburrahman El-Shirazy, Anak Miskin Dilarang Bersekolah wiwid Prasetyo dan masih banyak lainya. Setiap novel tentu memiliki daya tarik tersendiri, yang muaranya adalah bagaimana pesan moral kehidupan pun bisa disampaikan kepada pembaca.
 Begitupun, dengan novel inspiratif yang satu ini, Novel berjudul Sepatu Dahlan karya Khrisna Pabichara, menceritakan kisah nyata perjalanan hidup salah seorang tokoh pemerintah sukses tanah air, Dahlan Iskan. Bagaimana perjuangan Dahlan kecil demi mendapatkan pendidikan, susah payah yang ia dapatkan semasa sekolah hingga perjuanganya mendapatkan sepasang sepatu untuk digunakannya saat bersekolah. Kisah di buku ini membangkitkan semangat setiap orang yang membacanya karena berisi pesan moral yang sangat kuat. Salah satunya, setiap orang berhak atas keberhasilan dalam hidupnya. Tidak peduli dia lahir dari keluarga miskin sekalipun.
Dalam novel mungil ini diceritakan betapa keras dan pahitnya perjuangan hidup Dahlan kecil untuk tetap terus menuntut ilmu dan bersekolah. Baginya, pendidikan adalah hal yang tidak bisa tergantikan dengan harta kekayaan manapun, siapa yang ingin sukses maka ia harus siap menjadi sosok terdidik walau sesulit apapun perjuangan yang ia hadapi. Baginya rasa perih karena lapar adalah sahabat baik yang enggan pergi. Begitu pula dengan lecet di kakinya, bukti perjuangan dan kegigihan dalam meraih ilmu. Bagaimama tidak, ia harus berjalan berkilo-kilometer untuk bersekolah tanpa alas kaki.
Tak hanya itu, sepulang belajar, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukanya demi sesuap nasi tiwul. Mulai dari nguli, nyeset, nguli nandur, sampai melatih tim voli anak-anak juragan tahu. Semua itu tak membuat Dahlan putus asa, justru ia terus termotivasi untuk terus belajar dan menggapai cita-citanya. Sungguh pelajaran hidup yang sepatutnya dijadikan teladan bagi anak-anak sekolah saat ini.
Pelajaran hidup lainya yang juga bisa didapat dari novel ini adalah ketika Suatu saat dahlan kecil dipanggil oleh guru (Ustadz) di pesantrennya, sang ustadz pun bertanya, “Pilih ngnedi, sugih tanpa iman opo  mlarat ananging iman?”
Dengan tegas ia menjawab, “sugih ananging iman, pak.” Daripada hidup bergelimang harta tapi tidak beriman, memang lebih baik hidup miskin tapi beriman. Namun, kondisi terbaik, tentu saja adalah kaya dan tetap beriman. Paling tidak, kalau aku kaya,pasti aku akan mampu beli sepatu dan sepeda. Dengan demikian, aku tidak perlu berangkat sekolah terlalu pagi karena takut terlambat dan kaki lecet-lecet karena terpeleset di batu-batu jalanan yang licin akibat tersapu embun semalaman. (Hlm.31). sangat mengagumkan.
Dan jika dikontekskan dengan realita saat ini, sungguh fenomena tersebut akan jauh bertolak belakang dengan masyrakat dan pemerintah kekinian, mereka larut dalam manisnya budaya hedonisme, sibuk  mengumpulkan harta dan saling pamer kekayaan, sehingga terkesan hilang keimanan dan kepercayaan akan ajaran agama yang mengajarkan untuk tidak hidup boros dan berlebih-lebihan, terlebih menyombongkan harta yag tidak sepantasnya hal tersebut dilakukan.
Bagi saya, novel ini benar-benar menarik dan inspiratif. Keahlian dan kepiawaian Khrisna dalam menulis dan merangkai kata benar-benar tidak diragukan, saat membaca novel ini kita seakan terbawa dengan alam bawah sadar kita dan dalam kehidupan yang digambarkan dalam novel tersebut.
Namun bagaimanapun ini hanyalah sebuah novel, sekalipun cerita inspiratif ini banyak bersumber dari hasil wawancara penulis dengan tokoh utama (Dahlan Iskan) namun  bukan berarti sepenuhnya berasal dari kisah nyata, baik dari tokoh maupun latar dan tempat kejadianya.  

Inilah novel yang benar-benar menarik dengan paduan harmonis antara materi dan cara penyampaian, memoar seorang tokoh nasional nan fenomenal yang ditulis dengan penghayatan sastrawi ini sangat layak dibaca, sekaligus akan mampu membuka hati untuk terus menjadi lebih baik. 
Dito Alif Pratama
Penikmat Novel dari Farabi Institute IAIN Walisongo Semarang
Resensi berjudul “Mengenal Sosok Dahlan Iskan Melalui Novel” di Rubrik Resensi Buku Koran Jateng Pos edisi Ahad , 30 September 2012, dari buku terbitan Noura Books (PT Mizan Publika) berjudul “Sepatu Dahlan, karya Khrisna Pabichara

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Dapatkan Pemberitahuan Terbaru Tentang Modem Bolt, Klik Follow pada Gambar Berikut:

Resensi Buku Terbaru
Tags :

Related : Mengenal Sosok Dahlan Iskan Lebih Dekat

0 komentar:

Posting Komentar