resensi terbaru, pengertian resensi, contoh resensi, resensi novel, resensi buku, resensi cerpen, resensi laskar pelangi, arti resensi, resensi film

Senin, 06 Mei 2013

Buku "Bijak Menyikapi Perbedaan Pendapat" di Bedah di Hadhramout, Yaman



Tarim (30/04), Perbedaan pendapat dalam masyarakat yang heterogen merupakan hal yang alami terjadi, baik itu di pandang dari sudut pandang ideologi pemikiran, suku, ras, agama dan lain sebagainya.Terlebihuntukkontekskeindonesiaan.Olehkarenanya,dibutuhkan sifat bijak dalam menyikapi realitas perbedaan yang selama ini berkembang di Indonesia.
 
Dengan semangat menyambut Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional, Dewan Pengurus Wilayah Hadhramout Persatuan Pelajar Indonesia di Yaman (DPWH PPI Yaman) menggelar acara diskusi dan bedah buku bertajuk "Bijak Menyikapi Perbedaan Pendapat" pada Selasa, 30 April 2013. Acara yang dihadiri oleh perwakilan dari berbagai lembaga pendidikan dan organisasi yang ada di Tarimini dimulai tepat pukul 20.45 KSA dan bertempat di Convention Hall Universitas Al-Ahgaff. Setelah ketua DPWH PPI Yaman, Pandi Yusron memberikan sambutan, langsung dilanjutkan dengan acara inti, yaitu diskusi dan bedah buku.
 
Hadir sebagai narasumber pada malam hari itu Habib Hamid Jakfar Al-Qadri, seorang intelektual muda jebolan Perguruan Darul Mustafa, Tarim, Hadhramout. Tokoh muda kelahiran Bangkalan ini menuturkan bahwa sesungguhnya karakter penduduk Indonesia adalah masyarakat yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan budaya lokal (local wisdom) dan tidak mengenal istilah takfirisme (paham yang gampang mengafirkan orang di luar kelompoknya).Tetapi ironisnya, kini, budaya asli Indonesia yang sejatinya sangat inheren dengan nilai-nilai universal dalam Islam itu sudah mulai tergeser oleh paham-paham imporatau ideologi transnasional. Di mana, jika hal itu sudah menyentuh kalangan grass root bukan tidak mungkin akan menimbulkan permusuhan, pertikaian dan pertumpahan darah yang bisa mengancam eksistensi NKRI.
 
Berangkat dari kegelisahan seperti itulah yang membuat habib Hamid Jakfar Al-Qadri untuk segera menulis buku yang berjudul “BijakMenyikapiPerbedaanPendapat”. Buku ini merupakan sebuah riset beliau terhadap pemikian Al-Habib Umar bin Hafizh dalam membina ukhuwah dan membangun dialog. 
 
Acara yang dimoderatori langsung oleh Koordinator Departemen Pendidikan dan Dakwah (Deppendak), Zainal Fanani, ini berlangsung sangat meriah dan berhasil menghipnotis para audiens yang hadir pada malam itu.

Dalam menanggapi pertanyaan salah satu audiens seputar pencegahan kemungkaran dengan cara mungkar (taghyîrul munkar bil munkar), semisal dengan kekerasan, pembakaran dan pengusiran, habib Hamid Al-Qadri menegaskan bahwa hal itu tidak dapat dibenarkan sama sekali. Sembari mengutip fatwa Al-Habib Umar, bahwa cara kita dalam menyikapi aliran yang menyimpang dari Islam itu hanya ada dua, tidak lebih. Pertama, tugas kita hanya menyampaikan (fa'alainâlbalâgh) kepada mereka pemahaman yang benar.Dan kedua, melindungi diri, keluarga, dan jamaah kita dari aliran dan pemahaman yang menyimpang dari ajaran Islam yang sesungguhnya.
 
Sebelum acara berakhir, habib Hamid Al-Qadri berpesan kepada seluruh audiens untuk terus melestarikan dan mengembangkan tradisi tulismenulis. Hal ini dimaksudkan untuk membentengi jamaah ahlus sunnah waljamaah dari gempuran kelompok non-Aswaja melalui tulisand an media. Acara bedah buku dalam rangka menyambut Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional itu selesai tepat pukul 23.00 KSA.
 
Kontributor:
Amaluddin,mahasiswa Universitas Al-Ahgaff, Tarim, Hadhramout, Yaman.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Dapatkan Pemberitahuan Terbaru Tentang Modem Bolt, Klik Follow pada Gambar Berikut:

Resensi Buku Terbaru
Tags :

Related : Buku "Bijak Menyikapi Perbedaan Pendapat" di Bedah di Hadhramout, Yaman

0 komentar:

Posting Komentar