Judul : Psikologi Kematian
Penulis : Komaruddin Hidayat
Penerbit : Noura Books
Cetakan : I, Maret 2012
Tebal : xxvi+192 halaman
ISBN : 978-602-9498-03-5
Peresensi: Ahmad Asrof Fitri, Mahasiswa Konsentrasi Ilmu Falak IAIN Walisongo Semarang
Resensi di Rima News
Bagi sebagian orang, kematian adalah hal yang menakutkan sebab akan mengakhiri hidup mereka yang penuh kenikmatan. Sedangkan bagi sebagian lainnya, kematian merupakan akhir dari penderitaan hidup. Meski berbeda pandangan, satu hal yang kita yakini, kematian pasti akan terjadi pada semua mahluk hidup. Cara pandang dan persiapan kita terhadap kematianlah yang sebenarnya lebih penting sebab hal ini akan menentukan bagaimana kita hidup.
Setidaknya ada tiga jenis manusia dalam memandang persoalan kematian. Pertama, kaum hedonis yang memandang kematian sebagai pangkal berakhirnya segala bentuk kenikmatan duniawi sehingga mereka cenderung menggunakan hidupnya untuk berfoya-foya. Kedua, kaum sekuler yang menganggap kematian sebagai akhir kehidupan, namun harus ada “peninggalan” yang diberikan agar nama mereka dikenang. Kelompok ini, meskipun tidak meyakini kehidupan akhirat, mereka tetap berusaha memberi makna bagi hidupnya dengan jalan melakukan hal-hal besar yang dapat dirasakan orang lain. Ketiga, kaum religius yang menilai kematian hanyalah pintu menuju kehidupan yang sebenarnya di akhirat. Kelompok ini berusaha berbuat yang terbaik dalam hidupnya karena mereka meyakini bahwa dunia ini merupakan “ladang” untuk meraih kehidupan akhirat yang baik. Di samping itu, perbuatan mereka di dunia akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat.
Dari tiga cara pandang tersebut, menurut Immanuel Kant, pandangan terakhirlah yang paling tepat. Kant berpendapat, secara moral hidup ini tidak akan bermakna jika tidak ada basis metafisis yang pasti. Basis itu antara lain, Pertama, keyakinan bahwa setiap orang memiliki kebebasan untuk menentukan pilihan hidupnya secara otonom.Kedua, adanya keabadian hidup setelah mati. Ketiga, Tuhan yang akan menyelenggarakan pengadilan akhirat secara tuntas dan adil. Kant menambahkan, betapa menyakitkan dan kacaunya hukum dan drama kehidupan jika ternyata nasib akhir dari semua orang adalah sama. Antara penindas dan yang ditindas, antara pejuang dan pengkhianat, antara koruptor dan penegak keadilan. (hal. 84-86)
Meyakini kematian sebagai jalan untuk kehidupan yang abadi merupakan salah satu cara agar manusia selalu termotivasi berbuat baik di manapun ia berada. Dengan meyakini adanya balasan setelah kematian, manusia menjadi lebih bertanggung jawab dan berhati-hati dalam bertindak. Dengan begitu, manusia dapat menemukan tujuan hidup yang mulia, tidak hanya untuk memperoleh kekayaan dan kejayaan di dunia, melainkan juga di akhirat. Itulah pelajaran penting yang bisa dipetik setelah membaca buku “Psikologi Kematian” ini. Karya Komaruddin Hidayat tersebut juga memberikan kesadaran bahwa kematian sebenarnya hanyalah salah satu peristiwa pulang dalam hidup kita. Sudah semestinya kita menyambut kepulangan kita dengan penuh antusias dan senang sebagaimana kepulangan kita ke rumah setelah kerja atau sekolah.


0 komentar:
Posting Komentar