resensi terbaru, pengertian resensi, contoh resensi, resensi novel, resensi buku, resensi cerpen, resensi laskar pelangi, arti resensi, resensi film

Rabu, 12 Juni 2013

Optimisme Menyambut Kematian


Judul            : Psikologi Kematian 2, Menjemput Ajal dengn Optimisme
Penulis         : Komaruddin Hidayat
Penerbit         : Penerbit Noura Books
Tahun Terbit  : Januari 2013
Tebal              : xxii + 211 halaman
ISBN               : 978-602-9498-87-5
Peresensi        : Erik Mahendra, Aktif di Lembaga Penerbitan Majalah (LPM) Zenith

Kematian merupakan suatu yang pasti terjadi bagi setiap mahluk hidup.  Semua mahluk yang hidup di dunia ini pasti akan menemui kematian. Tidak mungkin mahluk itu hidup kekal, karena sifat kekal hanyalah milik Allah Swt.
Begitupun manusia pasti akan mengalami kematian. Kita tidak tahu kapan ajal kita akan dijemput oleh malaikat Izrail. Bisa saja ajal kita dijemput secara tiba-tiba. Akan tetapi kita sebagai manusia senantiasa harus selalu siap setiap saat untuk menghadapi kematian.
Kematian merupakan suatu kejadian yang paling dekat yang akan kita alami. Karena apa? Karena kematian kapanpun bisa terjadi. Bisa saja detik ini, menit ini, ataupun jam ini. Tinggal malaikat Izrail menunggu perintah dari Allah Swt. Ketika malaikat Izrail sudah menerima perintah dari Allah, maka dalam waktu itu seketika ajal kita akan diambil.
Kadang ada orang yang takut dengan kematian. Kadang juga ada orang yang merindukan kematian. Orang pertama yang takut dengan kematian, karena dia belum memiliki bekal yang cukup untuk menghadapi kematian. Sedangkan orang kedua yang merindukan kematian adalah orang yang sudah mempunyai bekal banyak untuk menghadapi kematian.
Di dalam buku ini, Komaruddin Hidayat senantiasa mengajak kita untuk optimis menyambut kematian. Dia mengibaratkan bahwa kematian itu sebagai teman. Jika kita sudah menganggap kematian itu sebagai teman, maka kita tidak akan merasa takut mati dan senantiasa siap kapanpun bila ajal akan menjemput.
Tentunya dalam menempatkan kematian sebagai teman, haruslah diimbangi dengan ihtiyar-ihtiyar yang bisa menjadikan kematian itu terasa damai. Dalam menjalankan ihtiyar-ihtiyar tersebut maka harus memenuhi dua unsur yaitu pertama, hal-hal yang berkaitan dengan hak Allah, seperti shalat, zakat, puasa, haji, dan lain-lain. Kedua yang berkaitan dengan hak manusia, seperti melunasi hutang, memaafkan antar sesama, dan lain-lain.
Kematian adalah pintu gerbang untuk meneruskan dan memasuki kehidupan baru yang lebih indah dan lebih berkualitas karena kehidupan dan kenikmatan ruhani, derajat dan kualitasnya lebih tinggi, ketimbang kenikmatan badani yang durasinya sangat pendek dan fluktuatif. (hlm. 134)
Komaruddin Hidayat yang sudah banyak mengarang buku diantaranya  Berdamai Dengan Kematian, Psikologi Kematian, Psikologi Beragama, dan masih banyak yang lainnya yang sebagian besar menjadi best Seller di Indonesia.
Dalam buku ini menghadirkan tiga bab pembahasan besar yaitu bagian satu membahas tentang Festival Kehidupan. Bagian kedua membahas tentang Tiada Festival Tanpa Akhir. Dan bagian ketiga membahas tentang Persiapan Untuk Kematian. Yang kesemuanya itu merupakan pelajaran-pelajaran yang harus kita renungi untuk menggapai kematian yang khusnul khatimah.
Pada hakikatnya kehidupan ini diberikan kepada kita tujuannya adalah untuk menanamkan benih-benih kebaikan dan amal shalih, yang selanjutnya benih-benih tersebut akan diunduh di akhirat kelak sebagai amal-amal yang bisa menghantarkan kita menggapai surga-Nya.
Tetaplah kematian sebagai penyemangat kita melakukan sebanyak mungkin kebaikan. Bayangkan kematian akan terjadi besok. Begitu nasihat Nabi ketika memerintahkan umatnya berkarya untuk kehidupan akhirat. Kemana pun pergi, di mana pun berada, kematian adalah teman yang paling dekat dengan kita. (hlm. 206)
Keluarga, harta benda, kekayaan, jabatan, kekuasaan, kepintaran, semuanya  akan hilang ketika ajal sudah menjemput kita. Maka dari itu, bagi umat Islam perbanyaklah amalan-amalan yang bersifat ukhrawai dari pada amalan-amalan yang bersifat duniawi, karena amalan yang dipakai untuk menghadap Sang Pencipta adalah amalan ukhrawi. Dan senantiasa jangan takut dengan datangnya kematian. Karena kematian bukan sesuatu yang menakutkan bila kita bisa berteman baik dengannya.

Resensi di Rima News


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Dapatkan Pemberitahuan Terbaru Tentang Modem Bolt, Klik Follow pada Gambar Berikut:

Resensi Buku Terbaru
Tags :

Related : Optimisme Menyambut Kematian

0 komentar:

Posting Komentar