Judul : Jabat Tangan Sejarah Muhammadiyah dan NU
Media : Majalah Detik
Edisi : 14-20 April 2014
Penulis mengaku sempat mengalami dilema hingga perlu lima kali melakukan revisi naskah buku ini. Ia khawatir penerbitan buku ini akan menurunkan hujan fitnah yang dapat menyuburkan benalu perongrong ukhuwah. Padahal tujuan utamanya adalah menggugah warga kedua ormas untuk bersatu, bersama-sama merancang masa depan negeri ini.
Seperti diingatkan KH. Thoha Abdurrahman, Ketua Majelis Ulama Indonesia Yogyakarta, dalam pengantarnya, "Buku ini tidak boleh dianggap sebagai sebuah pukulan. Ini adalah sebuah jabat tangan sejarah dan rangkulan persaudaraan."




0 komentar:
Posting Komentar